5 Fakta Unik Soal Tikus Negara

Koruptor atau juga bisa di sebut tikus negara memang sangat amat sulit di berantas dari muka bumi ini. Maka dari itu banyak sekali fakta-fakta soal tikus negara yang amat sulit di basmi, berikut ini 5 fakta yang selalu di temukan di dalam kasus korupsi mari kita simak bersama-sama!

Maxnyoos.com - Korupsi adalah kejahatan yang luar biasa. Mengapa menakjubkan? Karena kejahatan ini sangat fatal bagi banyak orang. Bila uang negara dirampok, akan ada bencana seperti kelaparan, kemiskinan, kemunduran masyarakat. Kejahatan yang memiliki dampak yang luar biasa. Itu adalah korupsi. Tapi, bukan hanya yang negatif saja. Ternyata koruptor, alias orang yang korup, memang sangat kreatif kamu tau? . Mari kita lihat buktinya.

Kenapa saya bilang kalau koruptor itu kreatif? Sebelum berbicara mengapa saya akan mencoba mengungkap apa yang kreatif. Kreatif adalah hasil dari ide manusia selain kebanyakan manusia lainnya (My Own Brain Dictionary). Atau dapat dikatakan bahwa orang yang kreatif adalah orang yang memiliki kebiasaan berbeda dari rata-rata orang. Jika kebanyakan orang memakai jam tangan di lengan kiri, maka orang kreatif akan memakainya di lengan kanan. Ini contoh kecil.

Lalu tentang koruptor kreatif? Ini dia Saya sebutkan di atas versi My Own Brain Dictionary versi kreatif dan korupsi. Intinya adalah orang kreatif selalu berpikir di luar kotak. Dan inilah 5 fakta yang mendukung kreativitas koruptor:

1. Suka Sakit

 1. Suka Sakit

Masih ingat kasus Nazarudin khan? Tersangka korupsi tunawisma. Atau yang paling hangat alias segar dari oven adalah kasus Nunun tentang cek Gubernur BI. Mereka adalah orang yang lebih menyukai rasa sakit saat kebanyakan orang lebih memilih untuk menjadi sehat. Sehat itu mahal, dan sehat rasanya enak dan luar biasa bagi kebanyakan orang. Tapi bukan untuk koruptor. Orang-orang yang terlibat dalam kasus hukum, terutama korupsi, lebih suka sakit dari pada sehat. Artinya mereka kreatif. Wong kebanyakan orang ingin sehat mereka pilih sakit? Kreatif bukan itu.

2. Banyak Akal

2. Banyak Akal

Kreativitas selalu identik dengan akal atau ide. Salah satu cara gagal mencoba cara baru. Hal ini juga dimiliki oleh orang yang korup. Di Indonesia diuber-uber akhirnya kehabisan negara untuk pergi. Dan mengunakan metode bagaimana cara tidak ketangkep. Biasanya mereka pilih negara mana yang akan menjadi tempat mampir. Mereka harus memilih negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi, jika memungkinkan. Jadi mereka tidak dilacak dan ditarik kembali ke Indonesia. Hal ini juga berlaku untuk tabungannya. Biasanya mereka juga memiliki tabungan di bank asing. Alasannya sama, agar tidak bisa di lacak.

3. Nyeleneh

3. Nyeleneh

Selanjutnya adalah soal nyeleneh. Orang yang kreatif pasti eksentrik. Demikian juga, orang-orang korup. Mereka traveling hobi, alias traveling ke luar negeri. Tentunya mereka harus membuat paspor atau visa jika ingin keluar dari negara. Nah, di sinilah letak kreativitas mereka. Jika orang lain membuat paspor atau visa dengan foto dan nama sebenarnya, mereka yang korup harus eksentrik. Buat paspor atau visa dengan nama dan foto palsu. Gayus biasa menggunakan nama foto Sony Laksono dan Harry Potter. Dengan wig dan kacamata. Satu lagi, mereka juga rendah hati atau low profile. Jika orang lain ingin mengetahui identitas mereka, mereka memilih untuk merahasiakannya. Sederhana untuk meroket bukan?

Baca Juga : Jokowi : Sudah, Sepedanya Sudah Habis Ya...

4. Berani

4. Berani

Apa makna kreativitas tanpa keberanian? Orang kreatif juga harus berani, terutama mencoba hal baru. Ini juga dimiliki oleh koruptor. Mereka berani, terutama dalam soal uang. Koruptor siap bayar mahal asalkan bisa lolos dari tuduhan. Bayar jaksa, bayar pengacara yang baik, bayar petugas Imigrasi, untuk membayar petugas rutan. Mereka berani meluangkan waktu asalkan aman dan nyaman. Berani mencoba hal baru dan trik yang bisa menghaluskan pikiran busuknya mereka sendiri. Inilah keberanian yang ditunjukkan oleh orang yang korup.

5. Solidaritas Tinggi

5. Solidaritas Tinggi

Mungkin inilah yang sering dilewatkan orang tentang kreativitas. Orang kreatif tentunya juga memiliki solidaritas tinggi. Orang kreatif sadar jika kreativitas juga berdasarkan kontribusi orang lain. Pertanyaan ini juga memiliki koruptor. Pernah dengar tentang korupsi itu tidak sendiri? Korupsi harus  jemaat atau bersama-sama. Kalau bersama-sama dan uang yang dimakan bersama-sama nanti yang lain tidak akan rewel gitu. Koruptor pasti akan mengajak teman-temannya untuk merasakan hasil usaha korupnya. Tapi, ini tergantung pada tingkat hirarki. Kalau atasan ya bisa lebih besar, kalau staf hanya setengah atau seperempat dari bagian aja. Ini adalah bukti solidaritas koruptor yang tinggi. Sampai pas ketangkep juga dia tidak mau dirinya dipenjara sendiri. Mereka harus membual untuk memiliki seorang rekan di penjara. Begitu manis ya ternyata.

Semua Pendapat  atau fakta di atas hanya bercanda. Tidak bermaksud melukai kreativitas dan orang kreatif. Ini hanya kritik terhadap pencuri uang negara. Mari berkreasi demi kemajuan bangsa.

Give Your Opinion

Related Articles