5 Sajian Kuliner Yang Wajib Kamu Cicipi Saat Berlibur Ke Yogyakarta

Berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu liburan, satu diantaranya yaitu berburu kuliner.

MaxNyoos.com - Liburan panjang telah menanti hingga akhir tahun 2017 ini, mulai dari libur Natal hingga libur Tahun Baru.

Berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu liburan, satu diantaranya yaitu berburu kuliner.

Yogyakarta yang menjadi kota pariwisata terbesar setelah Bali menyimpan banyak aneka ragam kuliner yang dapat dijelajahi.

Selain gudeg yang terkenal di Yogyakarta, ternyata masih ada banyak kuliner tersembunyi yang wajib dikunjungi.

Berikut lima deretan kuliner di Yogyakarta yang wajib dikunjungi saat musim liburan ini:

1. Ayam Goreng Bu Tini Andalkan Resep yang Berusia 50 Tahun

1. Ayam Goreng Bu Tini Andalkan Resep yang Berusia 50 Tahun

Cita rasa ayam goreng bacem sebacem bacemnya bisa dinikmati di restoran Ayam Goreng Bu Tini cabang Jalan Lowanu Nomor 62, Sorosutan, Yogyakarta.

Resep ayam goreng bacem khas Bu Tini yang sudah ada sekitar 50 tahun silam ini tak berlebihan bila menjadi jaminan rasa sehingga memberikan pengalaman kuliner yang ciamik.

Satu porsi ayam goreng bacem di sini bisa untuk 5 hingga 6 orang.

Lalapan mentah dan sambal khas Bu Tini menjadi paduan yang pas untuk menyantap ayam goreng bacem ini.

Selain menu khas ayam goreng bacem, juga tersedia menu seperti udang, cumi dan nila.

Untuk menu pendamping juga disediakan berbagai jenis sayuran, antara lain ada, ca kangkung, ca brokoli dan trancam.

Sementara untuk minuman juga disediakan beragam menu seperti wedang uwuh, berbagai jus dan es buah.

2. Telur Pingpong, Jajanan Tradisional Tahun 1990-an

2. Telur Pingpong, Jajanan Tradisional Tahun 1990-an

Satu di antara kuliner tradisional yang ada di Yogya adalah telur pingpong.

Telur pingpong sendiri sebenarnya merupakan makanan cukup lawas dan sudah dikenal sejak 1990-an.

Kuliner ini terbuat dari telur ayam yang sudah dikocok dan dicampur dengan berbagai bumbu.

Bumbunya seperti saat kita akan menggoreng telur pada umumnya.

Namun uniknya, telur ini digoreng menggunakan cetakan bulat kecil seukuran bola pingpong.

Telur yang menggelembung saat digoreng, membuat bentuknya menyerupai bola pingpong.

Hal ini membuat telur pingpong menjadi nama yang tepat untuk disematkan.

Telur ini biasanya dijual dengan harga Rp5 ribu untuk mendapatkan 12 biji telur pingpong.

Telur ini biasanya disuguhkan dengan lelehan saus atau kecap sesuai keinginan pembeli.

Kini telur pingpong bisa dicari dan dinikmati di berbagai acara yang mengundang antusias masyarakat luas, semisal Pasar Malam Sekaten atau car free day.

3. Kuliner Langka Kembang Waru

3. Kuliner Langka Kembang Waru

Kue yang sudah ada sejak zaman dahulu ini kini biasa dijajakan di pasar tradisional salah satunya di pasar Kotagede Yogyakarta.

Kembang waru sendiri bentuknya memang seperti bunga yang mekar.

Berwarna cokelat dengan lekuk-lekuk di permukaannya seperti kelopak bunga yang tengah mekar.

Dulu, kue ini biasa dijual mulai dari Rp25 dan terus mengalami kenaikan seiring berkembangnya zaman, hingga sekarang sudah mencapai Rp1500.

Kue ini memang tak banyak yang memroduksi namun masih bisa kita temui di pasar tradisional Kotagede meski tak banyak yang menjualnya.

Untuk mendapatkan kue ini, alangkah baiknya untuk mencari di pasar tradisional khususnya Kotagede di waktu pagi hari sehingga mendapatkan kue kembang waru yang masih hangat dan lebih nikmat untuk disantap.

4. Tengkleng Gendheng

4. Tengkleng Gendheng

Tengkleng Gendheng, nama warung pinggir jalan yang wajib dicicipi oleh para tukang nguyah di kota ini maupun para pelancongnya.

Berada di Jalan Prof Yohanes, Sagan, Yogyakarta, sajian kuliner yang disediakan oleh Tengkleng Gendheng bisa menjadi rekomendasi santapan mengenyangkan yang hadir sejak sore hingga malam hari.

Ada sebanyak enam menu makanan berbahan baku daging kambing yang siap menggoyang lidah para tukang ngunyah.

Tongseng merupakan sajian makanan yang dibuat dengan memadukan daging kambing yang diiris kecil, beraneka ragam jenis sayuran, juga kuah berwarna cokelat pekat yang didominasi dengan rasa manis dan pedas.

Berlanjut ke menu lainnya, yaitu sate goreng yang tak kalah manisnya.

Walau keseluruhannya menggunakan daging kambing, ketika menyantap menu makanan ini tukang nguyah tak perlu kesulitan melembutkan makanan di dalam mulut.

Sebab dagingnya sendiri telah diolah menjadi daging yang lembut dan mudah untuk disantap.

Dan tentunya, ada keempat menu utama lainnya yang wajib dicicip para pecinta kuliner yang budiman.

Yaitu Tengkleng Original, Tengkleng Bakar, Tengkleng Goreng dan Daging Gendheng.

Keempat menu makanan tersebut sejatinya memiliki kesamaan di dalam sajiannya, yaitu memasukan rasa pedas, panis, gurih dan asam di dalam satu sajian.

Sesuai dengan nama warungnya, seluruh menu makanan yang disajikan Tengkleng Gendheng bisa membuat kepala penikmatnya geleng-geleng, seraya mengatakan “Gila, rasanya gendheng banget”.

5. Sate Kuda Gondolayu Yang Empuk dan Kaya Manfaat

5. Sate Kuda Gondolayu Yang Empuk dan Kaya Manfaat

Sate Kuda Gondolayu merupakan warung kuliner yang menyajikan menu daging kuda yang lezat.

Tidak seperti warung sate pada umumnya, warung ini mengolah daging kuda sebagai menu utamanya.

Warung ini berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Nomor 25, Gondolayu, Jetis, Yogyakarta, tepatnya di selatan jembatan Gondolayu, pinggir bantaran kali Code.

Menurut Suroyo, seorang karyawan Warung Sate tersebut, Warung ini sudah ada sejak tahun 1997.

"Dulu yang merintis warung ini adalah Bu Kainem, Tetapi sejak ia meninggal, Warung ini diurus oleh anaknya yang bernama bu Sandra Suparti. Dulu warung sate kuda ini berada dipinggir jalan Gondolayu, karena lahannya dijual, sekarang pindah di bawah, pinggir kali Code ini," ungkap Suroyo.

Cara penyajiannyapun berbeda dengan sate pada umumnya. Sate Kuda Gondolayu ini bumbunya terpisah.

Sate Kuda disajikan kering sehabis di panggang, baru bumbu berupa sambal kecap bisa ditambahkan sesuai selera.

Tekstur sate Kuda di warung tersebut sama sekali tidak alot apalagi keras.

Empuknya daging serta rasa gurih dan asin sebelum dilumuri bumbu kecap, menjadi citarasa dan selera tersendiri bagi pelanggan.

Satu porsi Sate Kuda di warung tersebut dibanderol dengan harga Rp30.000, harga tersebut sudah termasuk nasi hangat dan minuman.



Sumber

Give Your Opinion

Related Articles