Aksi Demo Penolakan Pembangunan Gereja St Calara Bekasi

Sekretaris dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Hasnul Khalid Pasaribu mengatakan bahwa pihaknya menampik adanya dugaan manipulasi tanda tangan persetujuan dari warga menyangkut pembangunan Gereja Santa Clara yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Bekasi Utara.

Maxnyoos.com - “Kami sudah verifikasi ke lapangan,” terangHasnul kepada. Dan hasilnya, kata Hasnul, sejumlah persyaratan sudah terpenuhi. Mulai dari izin ke warga dilingkungan sekitar gereja yang minimal 60 orang, serta jumlah jemaat gerejaminimal 90 orang.

Hari ini, massa dari Majelis Silaturahmi Umat Islam Bekasi kembali melakukan demo di depan lokasi pembangunan gereja Santa Clara. Namun, para demonstran yang awalnya tertib berujung ricuh. Polisipun tidak dapat terhindarkan dari bentrokan tersebut. Alhasil, tembakan gas airmata berkali-kali dikeluarkan oleh aparat kepolisian.

Hasnul juga mengatakan lembaganya sudah mengecek satu per satu warga, beserta identitasnya. Hasilnya pun cukup valid, kataHasnul, tidak ada manipulasi data selama proses pembuatan izin tersebut. Hasnul berkata bahwa telah mendokumentasikan warga pemberi izin tersebut.

Baca juga : Alasan Para Demonstran Menolak Pembangunan Gereja St Clara 

Menurutnya, di tingkat kelurahan dan kecamatan pun juga dibentuk tim rencana pembangunan itu. Dan hasilnya, warga menyetujui pembangunan Gereja St Clara di RW 6, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara tersebut. Terakhir, perizinan akan dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bekasi. “Semuanya sudah melalui prosedur yang benar, tidak ada masalah,” kata Hasnul.

Oleh karena itu, Hasnul meminta kepada para demonstran pembangunan gereja untuk menempuh jalur hukum yang telah disediakan seperti mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Supaya, persoalan seperti dugaan manipulasi tanda tangan dapat diselesaikan di atas meja hijau. "Demo sah-sah saja," katanya.

Gereja Santa Clara saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Gereja tersebutakan berdiri di lahan seluas 6.500 meter persegi. Secara rinci, bangunan gereja seluas 1.500 meter persegi,  dan selebihnya akan dipakai untuk pembangunan balai pengobatan, parkiran, ruang terbuka hijau,serta rumah pastor.

Give Your Opinion

Related Articles