Mirip WannaCry, Ransomware Jenis Baru ini Kembali Mengancam Dunia Maya

Ancaman ransomware kembali mengintai jaringan komputer dunia. Setelah WannaCry pada bulan Mei 2017 kemarin, sekarang ada jenis ransomware baru yang menginfeksi server perusahaan-perusahaan besar. Tercatat, negara yang menjadi korban mereka seperti Rusia, Paris, Ukraina, Spanyol, dan beberapa negara lain di Eropa.

MaxNyoos.com - Jenis ransomware baru ini diyakini memiliki kesamaan dengan WannaCry. Berdasarkan analis keamanan ahli Kaspersky bernama Costin Raui, dia yakin uang tebusannya mirip dengan WannaCry, karena alat hacking yang digunakan sangat identik dengan WannaCry.

"Upaya infeksi ransomware ini mirip dengan WannaCry, jika dibiarkan, serangan ransomware jenis baru ini dapat menyebar luas ke negara AS dan negara lain yang ada di luar Eropa. Ini sangat mengkhawatirkan," kata Raui.

Mode infeksi ransomware ini muncul dengan link atau tautan yang akan membawa korban ke pesan teks. Pesan tersebut menjelaskan tentang komputer dan semua isi dokumen yang ada didalamnya telah diblokir. Untuk mendapatkannya kembali, korban harus membayar uang tebusan senilai US $ 300 dengan nilai Bitcoin.

Baca Juga : Sudah Diprediksi Akan Tembus 100 juta, Harga Bitcoin Semakin Meroket

“Jika kamu membaca pesan ini, komputer dan semua jenis dokumen kamu tidak akan bisa diakses lagi karena sudah dienkripsi. Mungkin sekarang kamu sedang sibuk mencari cara untuk memulihkan komputer, tetapi jangan buang-buang waktu,” begitulah isi pesan teks tersebut.

“Tidak ada cara agar kamu bisa mengembalikan semuanya seperti semula. Yang harus kamu lakukan adalah menebus uang dan mendapatkan kunci dekripsi untuk memulihkan komputer,” lanjutan dari isi teks.

Ransomware terbaru ini diketahui menyerang beberapa perusahaan minyak terbesar yang ada di Negara Eropa. Di Rotterdam, Belanda, perusahaan Maersk menjadi korbannya. Sementara itu, perusahaan lain yang mengalami insiden serupa tidak lain adalah perusahaan minyak Rusia Rosneft, perusahaan bahan bangunan Prancis Saint Gobain, dan masih banyak lagi.

Meski sama seperti WannaCry, ahli keamanan cyber menilai bahwa WannaCry masih lebih kejam dibanding ransomware jenis baru ini. Pasalnya, hacker berhasil membuat ratusan organisasi di sekitar 99 negara di seluruh dunia menjadi terombang-ambing karena infeksi WannaCry.

Baca Juga : 5 Fakta RansomWare WannaCry yang Membuat Heboh Dunia

Sebagai informasi yang perlu digarisbawahi, ransomware adalah sejenis serangan cyber yang melibatkan hacker untuk mengambil alih komputer atau perangkat mobile, dan meminta uang tebusan.

Hacker akan mendownload software berbahaya ke perangkat dan menggunakannya untuk mengenkripsi berbagai informasi korban. Secara paksa, si hacker akan mengunci atau memblokir akses ke data, sampai uang tebusan yang diminta dibayarkan.

Meski serangan cyber lebih sering ditargetkan perusahaan atau agensi besar, tidak menutup kemungkinan ransomware bisa terjadi pada komputer milik pribadi atau individu.

Give Your Opinion

Related Articles