Pabrikan Asal Jepang Kembali Memproduksi Motor Bebek 70-an, Gaya Retro Ala Kekinian !

Pabrikan Honda beri kejutan menarik bagi pecinta motor bebek lawas era 1960-an.

MaxNyoos.com - Pabrikan Honda beri kejutan menarik bagi pecinta motor bebek lawas era 1960-an. Honda kembali produksi motor bebek lawas yang diberni nama Honda Super Cub. Honda kembali produksi Honda C Series dengan desain retro plus teknologi modern.

Sebenarnya ini bukan kali pertama, tahun 2015 lalu Super Cub juga sempat diproduksi dalam jumlah terbatas. Honda menberikan dua pilihan mesin yakni 50 cc dan 110 cc.

Tak lagi gunakan karburator, motor unik ini sudah menerapkan teknologi injeksi PGM-FI. Untuk varian mesin 50 cc yang menggunakan air-cooled diklim dapat melajud engan kekuatan 3,7 tk bertorsi 3,8 Nm.

Sementara mesin 110 cc bertenaga 8 ps bertorsi 8,5 Nm. Desain Honda Super Cub tak mmpertahankan tampilan tradisional dari SuperCub. Motor bebek ini lebih kekinian dngan dibenamkannya lampu LED.

Honda akan memasarkan kendaraan ini dalam dua versi yakni Pro dan 110. Masing-masing versi terdapat empat varian yang bisa jadi pilihan konsumen.

Alasan Honda memproduksi model lawas ini karena adanya permintaan yang tinggi di jepang. Motor jenis ini menjadi primadona bagi warga Jepang yang sering mengantarkan surat kabar karena dilengkap keranjang.

Untuk Super Cub 50 ditawarkan seharga 232.200 Yen atau Rp 28 Juta. Sedangkan untuk Super Cub 50 Pro dianderol 253.800 yen atau Rp 30 jutaan.

Untuk Super Cub 110 ditawarkan seharga 275.400 Yen atau Rp 34 Juta. Sedangkan untuk Super Cub 110 Pro dianderol 297.000 yen atau Rp 35 jutaan.

Pilihan warna ada earl Shining Yellow, Virgin Beige, Moonstone Silver Metallic-U, Tasmania Green Metallic, dan Urbane Denim Blue Metallic.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (20/10/2017), motor yang sudah mulai dipasarkan pada era 1958 ini sebenarnya punya banyak varian, mulai dari C50, C80, dan C100.

Pada 1966, regenerasi kembali terjadi yang menambah ragam model, dan yang paling tenar di Tanah Air adalah Honda C70 atau akrab disebut "Si Pitung" yang diambil dari bahasa Jawa "pitung puluh" alias tujuh puluh.

Sumber

Give Your Opinion

Related Articles