Tradisi Unik Yang Ada Di Bali Sebelum Dan Sesudah Hari Raya Nyepi

Tepat pada tanggal 27 Maret 2017 seluruh masyarakat Hindu terkhususnya yang berada di pulau Bali merayakan Hari Raya Nyepi. Perayaan Hari Raya Nyepi merupakan perayaan yang jatuh tepat pada tahun saka 1939.

Maxnyoos.com - Ada banyakhal menarik yang berhubungan dengan perayaan Hari Raya Nyepi ini. Hari RayaNyepi adalah perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan kalender saka, yang telah dimulai sejak tahun 78 Masehi yang lalu. Dan pada tahun 2017merupakan perayaan Hari Raya Nyepi yang ke-1939. Berbeda dengan Tahun baru Masehi atau Tahun Baru Islam (Hijriyah). Untuk perayaan Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan melakukan nyepi yang bertujuan untuk meminta ke hadapan TuhanYang Maha Esa atau yang biasa disebut IdaSang Hyang Widi Was  guna untuk menyucikan Bhuana Alit atau alam manusia dan Bhuana Agung atau alam semesta. Semua kegiatan yang ada di pulau Bali mulai dari perdagangan atau perkantoran berhenti secara total. Bandara Internasional Ngurah Rai dan semua stasiun televisi pun berhenti tayang. Namun hanya rumah sakit yang boleh melakukan operasinya, saat dalam keadaan gawat darurat. Oleh karena itu, pada Hari Raya Nyepi semua umat Hindu di Bali melakukan tapa atau yoga yang bertujuan sebagai sarana untuk mengoreksi total tentang apa yang telah mereka lakukan pada waktu lalu tentang pelaksanaan trikaya, mulai dari kayika (perbuatan), wacika (perkataan), dan manacika (pikiran) dan berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan cara merencanakan trikaya parisudha di waktu yang akan datang.

Ada banyakkegiatan yang dilakukan sebelum merayakan Hari Raya Nyepi, ini merupakan rangkaian upacara yang dilakukan oleh umat Hindu Bali, di antaranya:

1. Upacara Melasti

1.      Upacara Melasti

Kegiatan yang pertama adalah melasti. Segala macam sarana persembahyangan yang terdapatdi Pura akan di arak ke pantai atau danau. Mengapa Pantai atau danau? karena laut atau danau merupakan sumber air suci dan dapat menyucikan segala leteh (kotor) yang ada di dalam diri manusia dan alam. Upacara ini dilakukan tiga atau dua hari sebelum Hari Raya Nyepi berlangsung.

2. Upacara Pecaruan/Pengerupukan

2.      Upacara Pecaruan/Pengerupukan

Upacaraini dilakukan tepat sehari sebelum Hari Raya Nyepi berlangsung dan biasa disebut Tawur Kesanga dikarenakan upacara ini dilakukan pada bulan mati bulan kesembilan pada perhitungan kalender Bali. Upacara ini dilakukan pada tiap-tiap rumah warga, Banjar, Desa,Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi mulai dari depan pekarangan, alun-alun maupun lapangan, hingga perempatan jalan. Upacara pengerupukan biasanya dilakukan dengan ritual, seperti: mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menebar-nebarnasi tawur, menyemburi rumah dan pekarangan dengan bubuk mesiu, dan memukul benda apa saja hingga menimbulkan suara ramai/gaduh. Ritual Penggerupukan dilakukan bertujuan untuk mengusir Buta Kala yang ada di lingkungan rumah, mulai dari pekarangan, hingga lingkungan sekitar. Yang sangat menarik adalah sebelum diadakannya upacara ini, masyarakat yang lebih didominasi oleh anak-anak muda akan membawa Ogoh-ogoh atau biasa disebut boneka raksasa sebagai lambang Bhuta Kala dengan berbagai bentuk dan diarak keliling desa. Setelah selesai diarak kemudian dilanjutkan upacara Pecaruan/Pengerupukandan Ogoh-ogoh yang telah diarak tadi dibakar untuk menghilangkan hal-hal yang berbau jahat atau buruk.

3. Upacara Ngembak Geni

3.      Upacara Ngembak Geni

Rangkaian upacara selanjutnya yaitu Ngambek Geni, upacara ini dilakukansetelah merayakan Hari Raya Nyepi. Yang merupakan akhir dari perayaan CaturBrata Penyepian. Selanjutnya adalah pelaksanaan Dharma Santi, misalnya : salingmengunjungi antar umat untuk maaf-maafan sehingga umat Hindu dapat memulaitahun baru Saka ini dengan hal-hal baru yang bernilai baik dan positif.Rangkaian upacara selanjutnya yang sangat menarik adalah tradisi unik berupa“Omed-omedan” atau ciuman massal yang tetap dilestarikan hingga saat ini olehKrama Sekaa Teruna Teruni STT atau biasa disebut komunitas remaja di BanjarKaja, Sesetan Denpasar. Tradisi ini selalu dilakukan sehari setelah Hari RayaNyepi. Konon, tradisi ini dilakukan untuk menghormati leluhur mereka dan TuhanYang Maha Esa dan mempunyai makna sosial tinggi dengan memupuk rasa kesetia kawanandan kebersamaan juga sebagai ritual tolak bala.

Give Your Opinion

Related Articles